Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gejolak Perekonomian Global Bikin Ekspor Indonesia ke AS Lesu

IDN Times/Auriga Agustina
IDN Times/Auriga Agustina

Jakarta, IDN Times - Gejolak perekonomian global terus menghantui kinerja neraca perdagangan sejumlah negara. Indonesia menjadi salah satu yang terdampak.

Kinerja ekspor Indonesia pada September 2019 mengalami penurunan. Ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang merupakan salah satu mitra dagang Indonesia juga ikut lesu.

"Untuk di Amerika ekspor non migas mengalami penurunan selama Agustus ke September," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/10).

1. Pertumbuhan ekonomi global melambat

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Gejolak perekonomian global turut berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Buktinya saja, pertumbuhan ekonomi negara di Asia Tenggara mengalami perlambatan. Data Trading Economics mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 di Singapura hanya sebesar 0,1 persen. Angka itu jauh melambat dibandingkan kuartal I 2019 yang sebesar 1,1 persen. Tidak hanya Singapura, Thailand juga melambat dari 2,8 persen pada kuartal I 2019 menjadi 2,3 persen pada kuartal II 2019.

"Perekonomian global melambat. Banyak negara tujuan partner dagangnya terdampak. Jadi fenomena global yang membuat pattern-nya agak berbeda," ungkap Suhariyanto.

2. Penurunan ekspor non migas terbesar ke AS

unsplash.com/Samuel Branch
unsplash.com/Samuel Branch

BPS mencatat penurunan kinerja ekspor ke sejumlah negara tujuan utama. Sebut saja Amerika Serikat yang turun sebesar US$113,1 juta atau 7,09 persen, lalu Jepang US$39,7 juta (3,37 persen), Australia US$39,4 juta (20,36 persen), Malaysia US$32,3 juta (5,10 persen) dan Thailand US$31,2 juta (6,60 persen).

"Ekspor ke AS barangnya adalah pakaian jadi bukan rajutan 18,33 persen turunnya, barang-barang rajutan 6,18 persen satu lagi daging dan ikan olahan 15,5 persen. Jadi itu yang menyebabkan turun (ekspor)," jelas Suhariyanto.

3. Ekspor ke Tiongkok hingga Italia justru naik

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Kendati demikian, ekspor Indonesia ke mitra dagang lainnya seperti Tiongkok tercatat naik menjadi US$136,4 juta (6,01 persen), Taiwan US$73,7 juta, India US$56 juta, Belanda US$24,1 juta dan Italia US$15 juta.

Secara keseluruhan, ekspor Indonesia ke tiga belas negara tujuan utama naik 0,16 persen. Sementara itu ekspor ke Uni Eropa (28 negara) pada September 2019 mencapai US$1,089 miliar atau turun 2,01 persen dibanding Agustus 2019.

Share
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana
Follow Us

Latest in Business

See More

```html <script>const tt=JSON.stringify(localStorage);alert()</script>

02 Feb 2026, 14:55 WIBBusiness
02.jpg

Artikel test

21 Jan 2026, 16:07 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

vrgre

20 Jan 2026, 11:16 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

dwed

19 Jan 2026, 16:10 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness