Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Erick Thohir Tanggapi Soal 7 BUMN yang Rugi Meski Sudah Disuntik Modal

Jakarta, IDN Times - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menanggapi pernyataan Sri Mulyani terkait adanya perusahaan BUMN yang merugi meski sudah disuntik penyertaan modal negara (PMN).

"Saya sampaikan kalau bisa PMN itu memang sebuah penugasan bukan hanya sekedar cashflow (arus kas) dan lain-lain," kata Erick usai melakukan rapat kerja dengan Komisi VI, di Jakarta, Senin (2/12).

1. Erick mengatakan PMN bukan untuk meraih untung

Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri rapat perdana di Komisi VI DPR RI, didampingi Wamen BUMN Kartiko Wirjoatdmodjo, Senin (2/12). (IDN Times/Hana Adi Perdana)
Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri rapat perdana di Komisi VI DPR RI, didampingi Wamen BUMN Kartiko Wirjoatdmodjo, Senin (2/12). (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Erick mengatakan PMN diberikan karena memang adanya penugasan yang diberikan oleh pemerintah terhadap perusahaan BUMN, bukan untuk dana operasional meraih keuntungan.

"Karena ada tugas seperti HK (Hutama Karya) ada penyuntikan karena mau membuat Tol Trans-Sumatera, bukan masalah operasional semata," tuturnya.

2. Ada 7 BUMN yang rugi tahun 2018 meski sudah disuntik PMN

Menteri Keuangan Sri Mulyani. IDN Times/Hana Adi Perdana
Menteri Keuangan Sri Mulyani. IDN Times/Hana Adi Perdana

Sebelumnya, Sri Mulyani menyampaikan, sepanjang 2018 ada tujuh BUMN yang mengalami kerugian, yakni PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pertani, Perum Bulog dan PT Krakatau Steel.

"Total ada tujuh yang rugi dan laba 34 selama 2018," katanya.

3. Penyebab kerugian mulai dari beban keuangan hingga administrasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani. IDN Times/Hana Adi Perdana
Menteri Keuangan Sri Mulyani. IDN Times/Hana Adi Perdana

Sri Mulyani menjelaskan, PT Krakatau Steel yang merugi akibat beban keuangan selama konstruksi. Sementara itu, PT PAL merugi karena meningkatnya beban lain-lain hingga 3 kali lipat akibat kerugian nilai tukar dan kerugian entitas asosiasi.

"Sedangkan Bulog terdapat kelebihan pengakuan pendapatan atas penyaluran rastra sehingga Bulog harus melakukan pembebanan koreksi pendapatan di 2018," tuturnya.

Sementara itu PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani mengalami kerugian akibat inefisiensi bisnis. PT DI mengalami kerugian akibat adanya pembatalan kontrak dan order yang tidak mencapai target.

"Sedangkan PT Dok Kodja Bahari merugi akibat beban administrasi dan umum yang terlalu tinggi yakni 58 persen dari pendapatan," ucapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Auriga Agustina
EditorAuriga Agustina
Follow Us

Latest in Business

See More

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness