Erick Thohir Pastikan Likuiditas Asabri Aman

Jakarta, IDN Times - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memastikan likuiditas PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI dalam kondisi aman. Ini disampaikan Erick menyusul adanya dugaan korupsi di Asabri yang disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD.
"Likuditas Asabri dijamin aman karena cashflow asetnya semua masih bagus, beda dengan Jiwasraya yang sudah sangat (mengalami kerugian) ya begitu," kata Erick Thohir di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/1) dilansir dari Antara.
1. Tidak ada permasalahan pada cashflow Asabri

Erick memastikan cashflow Asabri aman karena asuransi Asabri merupakan domain pemerintah dan berasal langsung dari Kementerian Keuangan.
"Saya rasa karena konsepnya Asabri lebih asuransi yang sudah domain pemerintah tentu cashflow yang diberikan sangat konsisten dari Menteri Keuangan, jadi tidak ada isu cashflow berhenti apalagi buat para prajurit itu pasti dijamin," katanya.
2. BPK juga pastikan keuangan Asabri masih sehat

Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Achsanul Qosasi mengatakan likuiditas PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) masih aman meski ada dugaan korupsi yang terjadi di BUMN tersebut. Dugaa tentang adanya korupsi senilai Rp10 triliun di Asabri disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD.
"Asabri akan tetap likuid, tidak akan kekurangan likuiditas," kata Achsanul kepada IDN Times, Sabtu (11/1).
Hal itu karena adanya cashflow sebesar lebih dari Rp1 triliun tiap bulannya dari iuran premi TNI dan Polri. "Sehingga tidak akan bermasalah dalam pembayaran klaim," katanya.
3. Awal mula permasalahan dugaan korupsi di PT Asabri
Kabar permasalahan keuangan Asabri bermula dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD. Ia menduga, ada tindak pidana korupsi senilai di atas Rp10 triliun dalam tubuh PT Asabri.
Ketika itu, Mahfud mengatakan bakal segera mengundang Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk meminta kejelasan terkait masalah tersebut.
"Dalam waktu tidak lama, saya akan undang Bu Sri Mulyani (Menkeu) sebagai penyedia dana negara, dan Bapak Erick Thohir sebagai Menteri BUMN," ujarnya.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb









