Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Diguyur Pidato Pelantikan Jokowi, Rupiah Ditutup Menguat

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Jakarta, IDN Times - Kondisi politik yang kondusif di Tanah Air, menjadi berkah untuk nilai tukar rupiah pada awal perdagangan pekan ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar, ditutup menguat 0,47 persen dan bertengger di level Rp14,080 pada hari ini, Senin (21/10).

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, fakfor yang menyebabkan rupiah menguat adalah pidato Joko "Jokowi" Widodo pascapelantikan yang menyatakan pemerintah akan fokus pada peningkatan SDM dan reformasi birokrasi.

"Dari yang tadinya ada 5 eselon akan di pangkas menjadi 2 eselon yaitu eselon 1 dan 2 sehingga akan mengurangi beban APBN dikemudian hari," katanya saat dihubungi IDN Times, Senin (21/10).

1. Pelaku pasar yakin Indonesia bisa lebih maju

IDN Times / Auriga Agustina
IDN Times / Auriga Agustina

Selain itu, menguatnya rupiah juga dipengaruhi pidato Joko "Jokowi" Widodo pada pelantikan Minggu (20/10) yang optimistis PDB Indonesia dapat mencapai US$7 triliun dan Indonesia masuk lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen pada 2045. Pidato itu dinilai membuat pelaku pasar yakin bahwa ekonomi Indonesia dapat bergerak lebih maju.

2. Pasar masih menunggu menteri di bidang ekonomi

Pexels.com/Rawpixel.com
Pexels.com/Rawpixel.com

Ibrahim mengatakan, pasar tengah menunggu pelantikan menteri yang akan menduduki pos-pos yang cukup vital di bidang ekonomi, terutama Kementerian Keuangan, Badan Usaham Milik Negara, Energi Sumber Daya Mineral dan Menko Perekonomian.

"Jokowi sendiri mengatakan banyak menteri baru yang professional yang akan bergabung di kabinetnya dan ada 50 persen di luar partai politik,'" tuturnya.

3. Pasar menyambut BI yang terus intervensi valas dan obligasi

IDN Times/Auriga Agustina
IDN Times/Auriga Agustina

Ibrahim menilai, pasar juga menyambut positif kebijakan Bank Indonesia yang
akan terus melakukan intervesi, baik di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan DNDF, maupun kembali menurunkan suku bunga acuan apabila inflasi Indonesia masih stabil di area 3 persen. Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi perang dagang dan Brexit .

"Dalam perdagangan besok rupiah masih akan menguat di level Rp14.050-Rp14.115," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Auriga Agustina
EditorAuriga Agustina
Follow Us

Latest in Business

See More

```html <script>const tt=JSON.stringify(localStorage);alert()</script>

02 Feb 2026, 14:55 WIBBusiness
02.jpg

Artikel test

21 Jan 2026, 16:07 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

vrgre

20 Jan 2026, 11:16 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

dwed

19 Jan 2026, 16:10 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness