Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dear Pemerintah, Tunda Dulu Dong Pencabutan Subsidi Gas Melon

LPG 3 Kg. (IDN Times/Hana Adi Perdana)
LPG 3 Kg. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji pencabutan subsidi LPG 3 Kg atau gas melon. Nantinya, subsidi tidak akan langsung diberikan pada produknya, melainkan lewat skema lain. Tujuannya, agar subsidi benar-benar diterima oleh penerima manfaat.

Ekonom Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah agar menunda wacana tersebut. 

"Saran bagi pemerintah sebaiknya menunda rencana pencabutan subsidi," kata Bhima kepada IDN Times, Senin (20/1). 

1. Bhima meminta pemerintah menunda lantaran momentumnya tidak tepat

Bhima
Bhima

Meski masih dalam pembahasan, pencabutan subsidi gas melon dinilai tidak tepat momen jika dilakukan dalam kondisi saat ini. Sebab, kondisi perekonomian tidak sedang menanjak. 

"Soal subsidi LPG 3 kg itu masalahnya ada di momentum. Kalau kondisi ekonomi sedang booming tidak jadi soal. Tapi kalau ekonomi sedang lambat baru jadi masalah," jelas dia. 

2. Berdampak ke UMKM

Dok. Pertamina
Dok. Pertamina

Di sisi lain, kenaikan harga gas melon juga bakal memberi dampak ke pelaku UMKM. Pencabutan subsidi bakal membuat mereka melakukan penyesuaian harga.

Masalahnya justru muncul ketika kenaikan itu membuat konsumsi masyarakat bakal lesu. UMKM pun jadi terdampak. Padahal, pemerintah sudah sering mengatakan bahwa UMKM adalah salah satu sektor yang paling kokoh mendukung perekonomian dalam negeri saat ekonomi global tengah mengalami ketidakpastian. 

"Permasalahan dimulai ketika kondisi konsumsi rumah tangga yang melambat membuat konsumen mengurangi konsumsi produk UMKM," ungkap dia. 

"Jadi pengusaha UMKM serba sulit, harga naik yang beli berkurang, harga tetap akan menderita rugi biaya produksi. Padahal ditengah kondisi ketidakpastian global ini, tulang punggung ekonomi adalah UMKM. 

 

3. UMKM lemah, perekonomian Indonesia bisa terkena dampak secara menyeluruh

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Disisi lain, melemahnya UMKM bakal memberi dampak keseluruhan bagi sektor perekonomian. Meski tujuan pemerintah baik, namun pencabutan subsidi juga perlu dieksekusi di waktu yang tepat. 

"Pemerintah mestinya sadar bahwa kontribusi UMKM terhadap total serapan tenaga kerja mencapai 97 persen. Jika UMKM lemah, maka secara keseluruhan ekonomi akan tumbuh melambat," tegasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana
Follow Us

Latest in Business

See More

[QUIZ] Jawab Pertanyaan Ini, Kami Tahu Inspirasi Taman Depan Rumahmu!

09 Jan 2026, 09:36 WIBBusiness
SLL-Surely-Tomorrow_PR-Still_Release-Date-Sept-09-2025-NO-RELEASE-BEFORE-JTBC-1366x2048.jpg

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

artikel coba

18 Des 2025, 00:00 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness