Cara Erick Thohir Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Dunia

Tangerang, IDN Times - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan akan mengantisipasi harga minyak dunia yang terus meningkat. Salah satu dengan membeli minyak langsung dari produsen minyak Total.
“Kami mulai tender, bukan melalui trader, tapi langsung kepada perusahaan yang menghasilkan minyak yang selama ini belum dilakukan. Ini langsung ke perusahaan Total, tidak ada perantara,” kata Erick saat ditemui di Tangerang, Minggu (5/1).
Sebagaimana diketahui, beberapa pengamat memprediksi harga minyak akan melonjak akibat memanasnya hubungan antara AS dan Iran.
1. Membeli minyak langsung dari produsen diklaim lebih hemat

Erick mengatakan, membeli minyak langsung dari produsen dapat menghemat pembelian karena harga minyak yang dibeli bisa lebih murah hingga US$ 6 per barel.
“Iya kan supaya bisa cut, memangkas pada margin yang tidak perlu, salah satunya tender dengan AS. Harga jelas lebih murah US$ 5-6,” ucapnya.
2. Kementerian BUMN akan berusaha mengurangi impor minyak

Kemudian pihaknya juga akan terus berupaya untuk mengurangi impor minyak, salah satunya dengan menerapkan penggunaan biodiesel 30 persen (B30).
“Tapi impor migas bukan hanya jangka pendek, tapi menegah dan panjang harus dilakukan, bertahap dengan refinery dan lifting, dan sumur minyak yang ada di Pertamina,” jelasnya.
3. Harga minyak WTI Crude Oil Jumat menguat 3,06 persen

Sebagai informasi, mengutip data Bloomberg harga minyak WTI Crude Oil pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (3/1) ditutup menguat 1,87 poin atau 3,06 persen menjadi US$ 63,05 per barel, dibandingkan harga minyak pada perdagangan Kamis (2/1) lalu.

















