Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BPS: Produksi Mobil Hingga Semen Naik di Triwulan III-2019

BPS: Produksi Mobil Hingga Semen Naik di Triwulan III-2019
antarafoto-penyerapan-tenaga-kerja-pabrik-mobil-esemka-060919-ajn-1.jpg

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02 persen pada triwulan III-2019. Angka ini lebih rendah dibanding kuartal III-2018 yang tumbuh sebesar 5,17 persen. 

Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut juga lebih rendah dibanding kuartal II-2019 yang tumbuh 5,05 persen dan kuartal I-2019 yang sebesar 5,07 persen. 

Meski pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan, produksi mobil hingga semen justru mengalami kenaikan. 

1. Produksi mobil naik 27,25 persen

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi mobil pada triwulan III-2019 mencapai 352.736 unit atau naik sebesar 27,25 persen (QtoQ) dan turun 2,45 persen (YoY). Sedangkan penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) mencapai 272.522 unit.

"Angka ini naik sebesar 19,91 persen (QtoQ) dan turun sebesar 10,05 persen (YoY)," kata Kepala BPS Suhariyanto, Jakarta, Selasa (5/11). 

2. Produktivitas semen naik

Dok. IDN Times/Istimewa
Dok. IDN Times/Istimewa

Produksi semen pada triwulan III-2019 tercatat sebesar 19,98 juta ton, atau naik 35,09 persen (QtoQ) dan 1,07 persen (YoY). Sedangkan pengadaan semen dalam negeri pada triwulan III-2019 sebesar 19,37 juta ton. 

"Angkanya naik 34,43 persen (QtoQ) dan turun 1,82 persen (YoY)," ungkapnya.

3. Produksi industri besar dan sedang

IDN Times/Arief Rahmat
IDN Times/Arief Rahmat

Sementara itu produksi Industri Besar Sedang (IBS) pada triwulan III-2019 naik sebesar 5,13 persen (QtoQ) dan 4,35 persen (YoY).

Perlambatan tersebut terjadi karena beberapa faktor, di antaranya kondisi perekonomian global yang melemah, masih terjadinya perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, harga komoditas yang fluktuatif, hingga berbagai kendala di dalam negeri.

Pada periode tersebut, beberapa IBS mengalami pertumbuhan produksi menggembirakan, salah satunya adalah industri makanan yang tumbuh 5,13 persen.

"Industri makanan tumbuh dengan kontribusi yang tertinggi, sehingga apa yang terjadi pada industri makanan akan berpengaruh banyak kepada performa industri secara keseluruhan,”ungkapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Business

See More

Tak Gentar, Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS

06 Mar 2026, 13:32 WIBBusiness
artikel baru ramadan 2026

artikel baru ramadan 2026

19 Feb 2026, 09:42 WIBBusiness
Artikel lalal

Artikel lalal

12 Feb 2026, 15:46 WIBBusiness
Artikel biasa aja

Artikel biasa aja

10 Feb 2026, 09:54 WIBBusiness
Artikel test

Artikel test

21 Jan 2026, 16:07 WIBBusiness