Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BPJS Kesehatan Tekor, Luhut Sebut Ada Perusahaan Tiongkok Siap Bantu

IDN Times/Anabel
IDN Times/Anabel

Jakarta, IDN Times - Menyusul defisitnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, Jumat (23/8) pada pukul 14.00 WIB. Luhut mengatakan BPJS Kesehatan butuh perbaikan sistem. 

Tujuan dari kedatangan Fachmi untuk menyampaikan kondisi terkini masalah terkait defisit anggaran BPJS Kesehatan. Walaupun tidak ada sangkut pautnya dengan Kementrian Maritim, Luhut ingin mengetahui masalah apa yang dihadapi BPJS Kesehatan. 

1. Perusahaan asuransi Tiongkok siap bantu perbaikan sistem BPJS

Kantor BPJS Kesehatan di Jalan AW Sjahranie Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)
Kantor BPJS Kesehatan di Jalan AW Sjahranie Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

"Kemarin Presiden minta kalau BPJS tuh mungkin perlu melakukan perbaikan sistem mereka. Jadi kemarin tuh Ping An itu menawarkan, mungkin mereka membantu evaluasi sistem IT-nya," ujar Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman di Jakarta Pusat, Jumat (23/8).

Dia pun mengatakan Ping An siap bersedia membantu proses evaluasi dan perbaikan sistem IT BPJS. "Jadi (perlu) ada perbaikan-perbaikan, tidak ada soal investasi," sambungnya.

2. Luhut ungkap Fachmi Idris akui kelemahan sistem BPJS

IDN Times/Yuda Almerio
IDN Times/Yuda Almerio

Luhut pun mengungkapkan, dalam pertemuan itu, Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengakui sistem BPJS memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. "Misalnya kalau orang melakukan penunggakan pembayaran itu bagaimana sih," ujarnya.

Dia pun sempat menyinggung tentang rencana sanksi bagi para penunggak yang perlu diatur secara teratur dalam sistem BPJS nanti. Hal itu senada dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamis (22/8). Menkeu menyebut usulan sanksi bagi para penunggak BPJS, salah satunya ialah, dipersulit ketika akan mengurus SIM, visa, atau dokumen resmi lainnya. 

"Jadi misalnya kita langsung link-kan dengan polisi, itu bukan pidana ya, tapi perdata. (Dihubungkan dengan) semua, polisi, imigrasi, kemudian mana lagi sehingga misalnya kalau dia mau apply  visa, gak bisa karena dia gak bayar (iuran BPJS)," kata Luhut. 

3. Luhut sebut iuran BPJS Kesehatan jangan orang kaya

BPJSKetenagakerjaan.com
BPJSKetenagakerjaan.com

Luhut mengatakan bahwa pembayaran BPJS Kesehatan yang terlalu murah, "Kan terlalu murah pembayarannya. Terutama pada orang-orang yang anu, orang-orang yang sakit (pakai BPJS) masa orang kaya, kaya saya."

Menurut Luhut, menjadi tidak adil bila peserta BPJS Kesehatan adalah orang kaya. "Mesti adil dong!" tandas Luhut.

4. Luhut concern terhadap masalah tekornya BPJS Kesehatan

IDN Times/ Anabel Yevina Mulyadi Wahyu
IDN Times/ Anabel Yevina Mulyadi Wahyu

Ditemui di tempat yang sama usai pertemuan, Fachmi mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan yang rutin. Hanya saja pada pertemuan kali ini, keduanya membahas mengenai anggaran defisit BPJS Kesehatan.

"Beliau concern terhadap berbagai hal. Jadi beliau ingin tahu juga. Artinya, persoalan yang ada, kami jelaskanlan situasinya. Persoalan aktual yang terkait dengan BPJS kesehatan, gitu aja sebenernya" ujar Fahmi. 

Fahmi menyampaikan kepada Luhut bahwa melihat adanya beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. Misalnya kalau orang melakukan penunggakan pembayaran.

5. Masalah utama defisitnya anggaran BPJS Kesehatan ialah diskon iuran

Fahmi menjelaskan bahwa masalah utama defisitnya anggaran BPJS karena mix match antara pendapatan dengan pengeluaran. Di mana terdapat pemberlakuan diskon iuran. 

"Misalnya peserta bukan penerima upah, pekerjaan mandiri, nonformal, kelas III, harusnya hitungan aktuaria tahun 2015-2016 mestinya kan Rp63.000 kita memutuskan Rp25.500. Ini kan ada diskon," ujarnya. 

Fahmi mengungkapkan bahwa selama ini, iuran tersebut belum sesuai dengan hitungan aktuaria. Meskipun begitu, Fahmi tetap melihat dari sisi manfaat yang diberikan kepada masyarakat. 

Dalam menangani solusi defisitnya anggaran BPJS Kesehatan, Fahmi mengatakan bahwa semua regulasi harus diperbaiki.  "Harusnya iuran itu yang sesuai dengan hitungan saja. Selama ini, sebetulnya iuran itu bukan mau dinaikkan sebetulnya, belum sesuai dengan hitungan." ujar Fahmi

 

Share
Topics
Editorial Team
Anabel Yevina Mulyadi Wahyu
EditorAnabel Yevina Mulyadi Wahyu
Follow Us

Latest in Business

See More

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness
Nulla facilisi

dwedwe

19 Nov 2025, 14:39 WIBBusiness