Jakarta, IDN Times - Potensi kerja sama investasi antara Indonesia dan Timur Tengah belum tergarap optimal. Selama ini investor yang paling aktif berasal dari Asia Timur, sedangkan investor Timur Tengah banyak yang belum berinvestasi khususnya di sektor-sektor strategis. Hal itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
“Kunjungan ini menjadi momentum baik di awal tahun, yang menandakan bahwa pemerintah RI juga mendorong investasi bersumber dari negara-negara lain selain Asia Timur,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Minggu (12/1).
