Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Beras dan Rokok Masih Jadi Penyumbang Terbesar Kemiskinan

Ilustrasi petani memanggul gabah usai panen di areal persawahan padi. ANTARA FOTO/Aji Styawan
Ilustrasi petani memanggul gabah usai panen di areal persawahan padi. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Jakarta, IDN Times - Komoditas beras dan rokok kretek filter masih menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan. Secara persentase, dua komoditas tersebut tercatat double digit. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, penyumbang kemiskinan tidak banyak berubah. Beras dan rokok kerap menjadi komoditas teratas penyumbang kemiskinan. Di bawahnya ada telur ayam ras, daging ayam ras dan mie instan.

"Komposisi garis kemiskinan ga berubah. Garis kemiskinan berasal dari makanan dan rokok," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/1). 

1. Suhariyanto ingatkan pemerintah agar hati-hati jaga kestabilan barang konsumsi

Kepala BPS Suhariyanto memberikan keterangan pers (IDN Times/Indiana Malia)
Kepala BPS Suhariyanto memberikan keterangan pers (IDN Times/Indiana Malia)

Melihat indikator tersebut, Suhariyanto meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam menjaga kestabilan barang konsumsi. Sebab, jika harga bergejolak, bakal mempengaruhi garis kemiskinan. 

"Ini kunci pentingnya. Misalnya beras. Itu akan menggerakkan garis kemiskinan," ungkap dia. 

2. Sumbangan beras hingga daging ayam ras ke kemiskinan

pixabay.com/Free-Photos
pixabay.com/Free-Photos

Data BPS, beras berkontribusi terhadap kemiskinan di perkotaan sebesar 20,35 persen dan pedesaan 25,82 persen. Rokok berkontribusi terhadap kemiskinan di perkotaan 11,17 persen dan 10,37 persen di perdesaan. 

Telur ayam ras 4,44 persen (perkotaan) dan 3,47 persen (perdesaan), daging ayam ras 4,07 persen (perkotaan) dan 2,48 persen (perdesaan).

3. Angka kemiskinan turun lagi di September 2019

Angka Kemiskinan di Indonesia (IDN Times/Arief Rahmat)
Angka Kemiskinan di Indonesia (IDN Times/Arief Rahmat)

BPS mencatat angka kemiskinan pada September 2019 sebesar 24,79 juta orang atau 9,22 persen. Capaian tersebut turun 0,19 persen dibanding Maret 2019 yang sebesar 9,41 persen. 

"Jumlah penduduk miskinnya Maret ke September turun 360 ribu orang dan turun 880 ribu orang dibanding September 2018," ujar Suhariyanto.

 

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Share
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana
Follow Us

Latest in Business

See More

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness
Nulla facilisi

dwedwe

19 Nov 2025, 14:39 WIBBusiness