Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bank Dunia dan IMF Ingatkan Jokowi Hati-hati dengan Ekonomi Global

Presiden Jokowi membuka acara Kompas100 CEO Forum, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 November 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)
Presiden Jokowi membuka acara Kompas100 CEO Forum, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 November 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan telah diingatkan oleh Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) terkait kondisi ekonomi global. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka acara Kompas100 CEO Forum, pada Kamis (28/11).

Kedua bos besar dari Bank Dunia dan IMF itu mengingatkan Jokowi untuk hati-hati dengan kondisi ekonomi global. Itu lah salah satu hal yang juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia melambat.

1. Tahun 2020 ekonomi global masih belum jelas

Presiden Jokowi membuka acara Kompas100 CEO Forum, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 November 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)
Presiden Jokowi membuka acara Kompas100 CEO Forum, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 November 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Jokowi diingatkan oleh Bank Dunia dan IMF bahwa kemungkinan tahun depan kondisi ekonomi global akan kembali turun. Sebabnya, masih ada persoalan-persoalan yang belum diselesaikan.

"Kondisi ekonomi dunia kemungkinan bisa turun. Managing Director IMF (Kristalina Georgieva) kemudian Presiden Bank Dunia (David Malpass) bertemu dengan saya bilang 'Presiden Jokowi hati-hati kondisi global belum jelas. Jadi lebih baik fiskalnya prudent'," kata Jokowi meniru pesan dari keduanya.

2. Jokowi sebut 86 persen perputaran ekonomi Indonesia berasal dari swasta dan BUMN

Presiden Jokowi membuka acara Kompas100 CEO Forum, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 November 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)
Presiden Jokowi membuka acara Kompas100 CEO Forum, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 November 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Jokowi menerangkan, APBN hanya mempengaruhi 14 persen dari perputaran ekonomi di Indonesia. Sementara, 86 persen perputaran uang dan ekonomi berasal dari sektor swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Artinya, APBN hanya men-trigger agar ekonomi kita bisa bergerak. Tetapi 86 persen yang menentukan adalah swasta dan BUMN," ujar Jokowi.

3. Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat di angka 5,04 persen hingga 5,05 persen

Acara Kompas100 CEO Forum, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 Novembet 2019 (IDN Times/William Utomo)
Acara Kompas100 CEO Forum, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 Novembet 2019 (IDN Times/William Utomo)

Jokowi juga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 hanya bisa tumbuh antara 5,04 persen hingga 5,05 persen saja. Hal itu karena kondisi ekonomi global yang juga tidak stabil.

"Tantangan kita ada di mana? Saya kira kita pertumbuhan ekonomi kita masih tahun ini ada di angka 5,04 persen atau 5,05 persen," kata Jokowi di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/11).

Share
Topics
Editorial Team
Teatrika Handiko Putri
EditorTeatrika Handiko Putri
Follow Us

Latest in Business

See More

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness
Nulla facilisi

dwedwe

19 Nov 2025, 14:39 WIBBusiness