Bangun Ibu Kota Baru, Jokowi Ingatkan Pakai Produk Dalam Negeri

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko 'Jokowi' Widodo kembali mengingatkan perlunya pemerintah menggunakan produk-produk dalam negeri. Setelah sebelumnya ia 'menyentil' Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang masih menggunakan produk impor di e-katalog, kali ini Jokowi mengingatkan perlunya menggunakan produk dalam negeri dalam membangun ibu kota negara baru.
"Kita sediakan alat berat, produk dalam negeri. Kebutuhan baja, produk dalam negeri dan berbagai kebutuhan bahan baku meterial lainnya," kata Jokowi di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11).
1. Menurunkan current account deficit

Dengan menggunakan produk dalam negeri, menurut Jokowi akan dapat menurunkan defisit neraca perdagangan dan juga current account deficit (CAD). "Sehingga (dengan menggunkan produk dalam negeri) konstruksi bisa turunkan CAD dan defisit neraca dagang," katanya.
2. Produk dalam negeri juga harus berkembang mengikuti zaman

Meski menggunakan produk dalam negeri, Jokowi juga mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi terbaru yang sesuai zaman sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.
"Masuk revolusi industri 4.0 banyak teknologi baru di bidang konstruksi. Kita tak boleh ketinggalan, kita ada 3D printing dll. Belanja besar di sektor infrastruktur harus tingkatkan pengembangan teknologi di swasta, BUMN, dan lain-lain," jelasnya.
3. Jokowi 'sentil' LKPP karena impor

Presiden Joko 'Jokowi' Widodo mengatakan belanja pengadaan barang dan jasa harus berkontribusi signifikan terhadap industri dalam negeri. Ia meminta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto untuk betul-betul memperhatikan produk dalam negeri.
"Tolong betul-betul disadari, pengembangan industri dalam negeri itu bisa didesain dari proses pengadaan barang dan jasa. Ini pak Roni dan Bappenas tolong didesain strategi berkembangnya UKM di negara kita," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019 di JCC, Jakarta, Rabu (6/11).













