Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahas Jiwasraya di DPR, Ini Komentar BEI dan KSEI Soal Saham Gorengan

(Ilustrasi logo Jiwasraya) IDN Times/Irfan Fathurohman
(Ilustrasi logo Jiwasraya) IDN Times/Irfan Fathurohman

Jakarta, IDN Times - Komisi XI DPR RI mengadakan rapat bersama Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mengenai evaluasi kinerja pasar modal dan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya.

Usai rapat tertutup itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Laksono Widodo masih belum tentu memberi sanksi kepada anggota bursa (AB) yang terlibat dalam kasus investasi Jiwasraya. Laksono menyatakan masih akan berkoordinasi terlebih dulu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perihal sanksi bagi AB terkait.

"Kalau sanksi kita akan bicarakan. Karena kan sebenarnya kalau sanksi situ ada di otoritas yang lain (OJK)," kata Laksono di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/1).

Laksono pun enggan mengungkapkan pembahasan terkait Jiwasraya secara lengkap. "Begini, (terkait Jiwasraya) saya tidak berhak untuk mengukapkan di depan publik. Kami menyampaikan keterangan, data dan pendapat," kata Laksono usai rapat yang digelar sekitar pukul 10.30 WIB tersebut.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menduga PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berinvestasi di saham-saham gorengan sehingga BUMN tersebut menderita kerugian yang berbuntut tunggakan polis kepada nasabah.

Sebagai informasi, saham gorengan adalah istilah tidak resmi di pasar saham untuk menyebut saham-saham yang bisa memberikan keuntungan dalam waktu singkat karena isu tertentu. Padahal, saham tersebut secara fundamental tidak menguntungkan untuk jangka panjang.

1. KSEI sebut bursa punya mekanisme UMA untuk peringatkan investor terkait saham gorengan

Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Syafruddin (IDN Times/Helmi Shemi)
Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Syafruddin (IDN Times/Helmi Shemi)

Pada kesempatan yang sama Direktur PT KSEI Syafruddin yang juga hadir dalam rapat itu menjelaskan tentang mekanisme bursa dalam menyikapi saham-saham gorengan.

Berdasarkan prosedur, menurutnya, bursa akan memberikan peringatan dengan menandainya sebagai aktivitas perdagangan yang tidak wajar atau unusual market activity (UMA). Dengan adanya UMA, para investor bisa menilai apakah akan tetap mengambil saham gorengan tersebut atau tidak.

"Investor silahkan kalau tetap ambil juga, itu resiko. Tapi kalo ada pergerakan gak wajar, bursa tidak umumkan nah itu artinya kita tidak menjalankan peran kita. Tapi kan peran itu kita jalankan," kata Syafruddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/1).

2. KSEI pastikan semua informasi terkait saham dibuka

Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Syafruddin (IDN Times/Helmi Shemi)
Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Syafruddin (IDN Times/Helmi Shemi)

Dia pun menegaskan mengatakan pihak BEI dan KSEI sebagai self regulatory organization sudah membuka seluruh informasi tentang emiten yang melantai di bursa.

"Bahkan kalau mau pakai analisis fundamental, ada emiten yang tidak berikan laporan keuangan, harusnya kan investor jadi tidak tahu secara fundamental ini bagus atau gak. Kalau sampai ada seperti itu di sana tidak ada konsekuensi ke emiten, itu mungkin ada yang salah di perannya SRO. Tapi ini gak. semua saham itu udah di-disclose informasinya," katanya.

3. Langkah Kementerian BUMN

IDN Times / Auriga Agustina
IDN Times / Auriga Agustina

Diberitakan sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Jiwasraya diduga membeli saham gorengan. Kementerian BUMN sendiri telah meminta Kejaksaan Agung untuk memeriksa investasi Jiwasraya di saham gorengan yang menyebabkan perseroran merugi.

Selain itu Kementerian BUMN juga ajan melakukan kajian laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan bisa dijadikan acuan bagi Kejaksaan melakukan pemeriksaan.

Menteri BUMN Erick Thohir meminta pemeriksaan saham yang dibeli Jiwasraya benar saham gorengan atau Jiwasraya yang salah berinvestasi. "Kalau yang bodong ya harus melalui proses hukum, harus, siapapun," kata Erick.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Share
Topics
Editorial Team
Helmi Shemi
EditorHelmi Shemi
Follow Us

Latest in Business

See More

The Shawshank Redemption

07 Jan 2026, 11:41 WIBBusiness
surely-tomorrow-still (1).jpg

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness