Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anggaran Pemerintah Semakin Mengkhawatirkan, Ini Penyebabnya!

Banyak pihak yang menyatakan kekhawatirannya terkait kondisi arus kas atau cash flow pemerintah pada akhir tahun ini. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan karena realisasi belanja negara yang selalu naik pada akhir tahun. Di sisi lain hal ini tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan negara, meski ada program amnesti pajak.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160915/merahputih-67ea5e240f350dfa03032e7514c67228.jpg

Dilansir Kompas.com, (15/9), Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan mengatakan, tahun ini tanda-tanda kekurangan arus kas sudah terlihat. Apabila melihat data realisasi penerimaan dan belanja negara, maka jumlah defisit yang terjadi tidak mencerminkan jumlah dana yang sebetulnya dimiliki pemerintah.

Ada sejumlah penerimaan yang dicatatkan, tetapi pada kenyataannya dana tersebut tidak pernah masuk ke kantong pemerintah. Seperti pada pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Juli 2016 dari Bank Indonesia (BI).

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160915/ba-rep-d6b75406bebb3439ca4dc792f7bdf8d3.jpg

Penerimaan itu ada karena BI kelebihan rasio aset di atas 10 persen. Menurut aturan, kelebihan itu harus diberikan kepada pemerintah. Namun, pembayaran atas kelebihan itu hanya mampir karena pemerintah kembali membayarkannya ke BI untuk pembayaran atas kepemilikan Surat Berharga Bank Indonesia.

Di Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016, pemerintah menargetkan PNBP dari penempatan uang negara di BI sebesar 2,5 triliun rupiah. Sampai akhir Juni 2016, realisasinya hanya mencapai 1,48 triliun rupiah sehingga semester II-2016 diprediksi ada tambahan PNBP sebesar 1,02 triliun rupiah.

Lalu, apakah tax amnesty bisa menjadi solusi yang tepat?

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160915/ba-lip-523fe1c05c1da62fafa1d86561b4365a.jpg

Kekhawatiran kondisi arus kas pemerintah juga dipicu masih rendahnya realisasi uang tebusan dari kebijakan pengampunan pajak. Pasalnya realisasi uang tebusan yang berhasil diterima hanya sebesar 9,31 triliun rupiah atau 5,6 persen target pemerintah yaitu 165 triliun rupiah.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengakui realisasi penerimaan negara masih di bawah harapan. Padahal, uang tebusan itu diharapkan menutupi kebutuhan kas reguler.

Pendapatan negara kian melemah.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160915/ba-kompas-dea600da56fdb880b11df4211aa62b0b.jpg

Faktanya, realisasi belanja negara yang selalu naik di akhir tahun, dan adanya amnesti pajak tidak memberikan dampak yang signifikan. Anton juga mengatakan tahun ini tanda-tanda kekurangan cash flow sudah terlihat.

Hal ini melihat dari data realisasi penerimaan dan belanja negara. Dari sini bisa terlihat jumlah defisit yang terjadi tidak mencerminkan jumlah dana yang sebetulnya dimiliki pemerintah.

Share
Topics
Editorial Team
Rizal
EditorRizal
Follow Us

Latest in Business

See More

Artikel reviewed coba

22 Des 2025, 12:01 WIBBusiness
ss_8d23b9dd754ae8d287c0588641f169abe8acb86a.1920x1080.jpg

Ciba artikel table

15 Des 2025, 13:53 WIBBusiness
rthtrh

coba test lagi lagi

09 Des 2025, 14:57 WIBBusiness
ss_df1de01f93f61bd30d64e6206b606d0a15cb485f.1920x1080.jpg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:54 WIBBusiness
02.jpg

test artikel

09 Des 2025, 14:51 WIBBusiness
GVq5Zpna8AAQq-M.jpg

artikel community 2

01 Des 2025, 15:17 WIBBusiness
E_8IbBkVIAk8LeP.jpg

artikel community 3

28 Nov 2025, 15:16 WIBBusiness
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

Cek carousel

24 Nov 2025, 10:02 WIBBusiness
ss_0b9594934db8a1457c915e200f9d0d9b447a3df4.1920x1080.jpg

Artikel test data

21 Nov 2025, 13:41 WIBBusiness
Nulla facilisi

dwedwe

19 Nov 2025, 14:39 WIBBusiness