Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hore! Debt Collector Tak Bisa Lagi Tarik Kendaraan Secara Sepihak

Penjaga parkir sepeda motor di sekitar Mal Taman Anggrek mengeluh omzet berkurang. (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)
Penjaga parkir sepeda motor di sekitar Mal Taman Anggrek mengeluh omzet berkurang. (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)

Jakarta, IDN Times - Membeli mobil atau motor dengan cara kredit memang menggiurkan. Sebab, selain uang mukanya kecil, tenor atau jangka waktu kreditnya juga semakin panjang.

Tak mengejutkan jika pertumbuhan kredit kendaraan bermotor terus meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi kini ada aturan baru yang melarang debt collector merampas mobil atau motor yang masih berjalan kreditnya.

1. Mahkamah Konstitusi memutuskan perusahaan leasing tidak boleh menarik objek jaminan fidusia secara sepihak

Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Mahkamah Konstitusi (MK) melarang perusahaan pemberi kredit atau leasing menarik objek jaminan fidusia, seperti sepeda motor atau mobil, secara sepihak.

Jika perusahaan leasing ingin menarik mobil atau motor yang mereka leasingkan, mereka harus terlebih dahulu meminta izin eksekusi kepada pengadilan negeri.

Ketentuan baru ini tertuang dalam keputusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tanggal 6 Januari 2020.

Meski begitu aturan MK ini tetap memberi ruang kepada perusahaan leasing untuk menarik objek jaminan fidusia. Syaratnya, debitur mengakui adanya wanprestasi.

2. Debt collector tidak boleh lagi merampas kendaraan

IDN Times/Ayu Afria
IDN Times/Ayu Afria

Keputusan MK ini sekaligus membuat perusahaan leasing tak bisa lagi menggunakan jasa debt collector untuk menarik kendaraan, baik motor maupun mobil, secara sepihak.

Dengan begitu penarikan kendaraan oleh debt collector yang kerap diikuti dengan ancaman atau kekerasan bisa dihindari.

3. Berawal dari Toyota Alphard yang tiba-tiba ditarik perusahaan leasing

Instagram.com/toyotaid
Instagram.com/toyotaid

Keputusan MK ini bermula dari kasus penarikan Toyota Alphard milik pasangan suami istri Suri Agung Prabowo dan Apriliani Dewi.

Keduanya mencicil Toyota Alphard sejak November 2016 hingga Juli 2017. Namun mobil tersebut secara tiba-tiba ditarik leasing pada November 2017.

Merasa diperlakukan tidak adil, Suri Agung dan Apriliani kemudian membawa kasus ini ke MK. Pada 6 Januari 2020, MK memenangi gugatan mereka. MK memutuskan pihak leasing tidak boleh mengambil objek dalam jaminan fidusia secara sepihak.

Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Artikel reviewed template faq - edit artikel untuk republish

24 Des 2025, 12:06 WIBAutomotive
fb-01108a-f1bd544f83ad24274fbff44905034b93.jpeg

test artikel lagi

09 Des 2025, 14:56 WIBAutomotive
In Article 1.png

test

04 Des 2025, 21:10 WIBAutomotive
Gambar Kemacetan Lalu Lintas

test publish 9

26 Nov 2025, 15:13 WIBAutomotive
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

coba text

21 Nov 2025, 14:09 WIBAutomotive
ss_edfd360b92d6f9b983b759fd837e664b86cd9563.1920x1080.jpg

dwedwe

21 Nov 2025, 00:00 WIBAutomotive
Nulla facilisi

ARTEIJLMDEKM

17 Nov 2025, 14:39 WIBAutomotive
ChatGPT Image Oct 29, 2025, 03_23_44 PM.png

artikel biasa

13 Nov 2025, 14:48 WIBAutomotive
ChatGPT Image Oct 29, 2025, 02_24_18 PM.png

artikel nasional

04 Nov 2025, 15:46 WIBAutomotive
ChatGPT Image Oct 29, 2025, 03_25_01 PM.png

dewd {edit} ddssf dce

29 Okt 2025, 09:05 WIBAutomotive
fb-01108a-f1bd544f83ad24274fbff44905034b93.jpeg

artikel coba

15 Okt 2025, 13:27 WIBAutomotive
tIEa4zTujO.png

dqd

14 Okt 2025, 16:03 WIBAutomotive