Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Etika Dagang di Depan Rumah Orang, Jangan Asal Pasang Tenda!
Baju Putih

Berdagang secara offline memerlukan lokasi yang strategis. Ini yang menjadi kendala bagi banyak orang yang ingin berjualan. Sering kali titik-titik strategis dimiliki oleh segelintir orang karena harga tanah dan bangunannya mahal.

Atau, mereka orang lama yang sudah tinggal di sana jauh sebelum lingkungannya makin ramai. Tidak sedikit pedagang yang akhirnya cuma pinjam tempat biar dagangannya laku. Bila kamu juga ingin memanfaatkan area depan pagar orang buat berjualan, pahami betul etikanya.

Sekalipun di luar pagar gak termasuk properti miliknya, keberadaanmu dapat sangat mengganggu. Terapkan tujuh etika berikut supaya dirimu dengan pemilik rumah tak terlibat ketegangan. Bila maksudmu ditolak mentah-mentah juga gak usah marah.

1. Wajib minta izin dulu pada pemilik rumah

Baju Putih

Seperti disebutkan di awal. Bagian depan pagar bisa masih tanah pemilik rumah atau bukan. Kalau masih miliknya, biasanya pagar sengaja dimundurkan supaya ketika mobil diparkir di luar tidak mengambil hak pengguna jalan yang lain.

Bila pun area itu bukan miliknya, dirimu tetap harus minta izin dulu. Keberadaanmu di depan pagarnya saja telah menganggu pemandangan serta keleluasaan pemilik rumah. Tanpa izinnya, jangan pernah asal berdagang di depan rumah tersebut. Bahkan meski tidak persis di depan pintu pagar.

2. Tawarkan bagi keuntungan

Baju Putih

Kamu berjualan di depan rumah orang atau di mana pun buat mendapatkan penghasilan. Itu bukan kegiatan sosial. Telah sepantasnya pemilik rumah juga memperoleh bagian dari keuntunganmu berdagang.

Soal dia benar-benar menginginkannya atau tidak bukan hal utama. Terpenting dari pihakmu sudah menunjukkan niat baik dengan menawarkan bagi hasil. Bisa dengan cara sekian persen laba bersih untuknya atau kasih uang dengan nominal tetap per bulannya. Misal, 500 ribu rupiah. Itu sudah jauh lebih murah daripada menyewa satu bangunan untuk berdagang.

3. Jangan bikin kumuh

Baju Putih

Masalah yang kerap ditinggalkan pedagang ialah berbagai kotoran. Termasuk bagian bawah tempat berdagang menjadi becek, bau, dan licin karena air cucian peralatan makan dan memasak dibuang ke situ. Ingat, tempat ini bukan milikmu.

Sudah baik pemilik rumah mengizinkanmu mencari nafkah di situ. Jaga betul kebersihannya. Selagi ada got di sekitar rumah, buang langsung air kotor ke sana. Jangan ada yang mengalir ke sekitar pagar atau jalan.

Sapu tempatmu berdagang lebih sering. Bukan hanya ketika dirimu hendak buka dan tutup lapak. Juga gunakan tenda, meja, bangku, atau gerobak yang selalu terlihat bersih. Jangan lupa, semua sampahnya tanggung jawabmu.

Topics

Editorial Team

Editorandzar